Jakarta, (Humas MTs Negeri 8 Jakarta Barat) - Hari Jumat menjadi salah satu momentum penting bagi keluarga besar MTs Negeri 8 Jakarta Barat dalam menanamkan nilai-nilai religius, membangun kebiasaan positif, serta mempererat kebersamaan antara guru dan peserta didik. Setiap Jumat pagi, madrasah secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan yang dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan rangkaian kegiatan pembinaan keputrian.
Kegiatan diawali pada pukul 06.30–07.00 WIB dengan pembiasaan Jumat pagi yang berlangsung di halaman madrasah. Kegiatan tersebut diisi dengan sholawat, dzikir, pembacaan Surah Yasin, Shalat Dhuha dan Shalat Hajat, serta muhadharah. Seluruh rangkaian kegiatan dibimbing oleh guru-guru agama MTs Negeri 8 Jakarta Barat.
Pembiasaan tersebut menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengawali aktivitas di madrasah dengan suasana religius. Selain meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang disiplin, santun, percaya diri, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan.
Setelah pembiasaan Jumat pagi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai pukul 07.00 hingga 11.20 WIB. Peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai jadwal dengan didampingi oleh guru mata pelajaran masing-masing.
Shalat Jumat di Masjid Nurusshibyan
Menjelang waktu Dzuhur, para GTK dan peserta didik putra bersiap melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Nurusshibyan MTs Negeri 8 Jakarta. Pelaksanaan Shalat Jumat menjadi bagian penting dalam pembinaan keagamaan peserta didik sekaligus memberikan kesempatan kepada para guru untuk berperan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman.
Khatib Shalat Jumat di Masjid Nurusshibyan dijadwalkan secara bergantian setiap pekan. Beberapa guru yang mendapat tugas menjadi khatib di antaranya bapak H. Ahmad Syafi'i, S.Sos.I., bapak Masykuri, S.Pd.I., bapak Suherman, S.Pd., dan bapak Sadudin A. Tazani, S.Pd.I. Selain itu, pada pekan-pekan tertentu juga menghadirkan khatib dari luar sebagai selingan.
Pergantian khatib tersebut memberikan keberagaman dalam penyampaian materi khutbah sehingga jamaah mendapatkan berbagai pesan dan wawasan keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Keputrian bagi Siswi
Sementara itu, ketika peserta didik putra melaksanakan Shalat Jumat, peserta didik putri mengikuti kegiatan keputrian. Kegiatan ini dibimbing oleh guru-guru perempuan yang mendapat tugas secara bergantian setiap pekan.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan keputrian berbeda-beda setiap pekan. Hal ini bertujuan agar para peserta didik putri memperoleh wawasan dan pembinaan yang beragam, khususnya yang berkaitan dengan keislaman, akhlak, pendidikan karakter, serta berbagai persoalan yang relevan dengan kehidupan remaja putri.
Rangkaian kegiatan Jumat di MTs Negeri 8 Jakarta Barat tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan pengembangan kepribadian peserta didik.
Melalui pembiasaan yang dilaksanakan secara konsisten, MTs Negeri 8 Jakarta Barat terus berupaya mewujudkan generasi yang unggul dalam prestasi, kompetitif, dan berkarakter, serta memiliki bekal keagamaan yang kuat dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat.